Ada Sanksi Bagi Yang Mendatangkan Atau Terindikasi Menyembunyikan Keberadaan WNA

47
Kasubsi Verifikasi Dokumen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kotamobagu Jefri.(Foto/Lingkar8/Eco)

Lingkar8.co.id, BOLTIM-Adanya laporan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) yang beraktifitas di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terutama di wilayah pertambangan yang ada di Desa Lanud Kecamatan Modayag, membuat pihak Imigrasi Kelas III Non TPI Kotamobagu, mengimbau dan mengingatkan akan sanksi bagi yang mendatangkan dan tidak melaporkan keberadaan WNA. Rabu 28 Agustus 2019.

Kasubsi Verifikasi Dokumen keimigrasian Jefri, mengatakan pihaknya sudah sering memberikan imbauan agar keberadaan WNA harus dilaporkan ke pihak Imigrasi ataupun secara berjenjang melalui Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) yang telah dibentuk di tiap kabupaten.”Terkait dengan WNA, kami selalu memeberikan imbauan kepada masyatakat agar supaya melaporkan keberadaan WNA diwilayahnya agar diketahui apakah mereka memiliki dokumen atau tidak,” tuturnya.

Lebih lanjuta kata dia, apabila keberadaan WNA terindikasi disembunyikan atau tidak memberikan keterangan yang benar maka ada sanksi nya sesuai undang-undang keimigrasian.”Akan ada sanksinya jika tidak melaporkan keberadaan orang asing, itu ada di Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian,” sebutnaya

Berikut beberpa pasal pada Undang-undang nomor 6 tahun 2011

Pasal 116
(1) Setiap Orang Asing yang tidak melakukan kewajibannya sebagaimana dimaksud daIam pasal 71 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25, 000,000 (dua puluh Iima juta rupiah).

Pasal117
Pemilik atau pengurus tempat penginapan yang tidak memberikan keterangan atau tidak memberikan data Orang Asing yang menginap di rumah atau di tempat penginapannya setelah diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Pasal 118
(1) Setiap penjamin yang dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar atau tidak memenuhl jaminan yang diberikannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal119
(1) Setiap Orang Asing yang masuk dan/atau berada di Wilayah Indonesia yang tidak memiliki Dokumen Perjalanan dan Visa yang sah dan masih berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasat 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (Iima ratus juta rupiah).
(2) Setiap Orang Asing yang dengan sengaja menggunakan Dokumen Perjalanan, tetapi diketahui atau patut diduga bahwa Dokumen Perjalanan itu palsu atau dipalsukan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dqn pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal120
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan yang bertujuan mencari keuntungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk diri sendiri atau untuk orang lain dengan membawa seseorang atau kelompok orang, baik secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi, atau memerintahkan orang lain untuk membawa seseorang atau kelompok orang. baik secara terorganisasi maupun tidak terorganisasi. yang tidak memiliki hak secara sah untuk memasuki Wilayah Indonesia atau keluar dari Wilayah Indonesia dan/atau masuk wilayah negara lain, yang orang tersebut tidak memiliki hak untuk memasuki wilayah tersebut secara sah, baik dengan menggunakan dokumen sah maupun dokumen palsu, atau tanpa menggunakan Dokumen Perjalanan. baik melalui pemeriksaan imigrasi maupun tidak. dipidana karena Penyelundupan Manusia dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (Iima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp500.000.000 (Iima ratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).
(2) Percobaan untuk melakukan tindak pidana Penyelundupan Manusia dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dlmaksud pada ayat (1).(Eco Budiyanto)