Untuk Penuhi Syarat Sebagai Calon Bupati Boltim, Robi Mamoto Siap Mundur Dari PNS

128
Robi Mamonto.(foto/ist)

Lingkar8.co.id, BOLTIM-PelaksanaPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sedianya akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, namun untuk tahapan Pilkada diperkirakan dimulai pada bulan September tahun ini (2019).Hal ini membuat para kandidat yang punya niatan mencalonkan diri sebagai Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai bergeliat untuk melakukan sosialisai atau  pendekatan ke masyarakat, baik dari kalangan politisi maupun birokrat.

Dari kalangan birokrat, ada salah satu putra daerah yang berlatar belakang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang saat ini menduduki jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boltim  Robi Mamonto, telah menyatakan bahwa dirinya siap untuk maju sebagai calon Bupati dan siap mundur dari PNS.”Insha Allah saya siap, dan intinya sebagai PNS adalah kesiapan untuk mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon Bupati,” ujarnya saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya di Desa Togid. Senin 24 Juni 2019.

Langkah yang di ambil Robi untuk terjun ke dunia politik, telah dipertimbangkannya bersama keluarga, karena apa yang telah menjadi pulihannya tentu akan mempunyai konsekwensi dan akibat.”Semua konsekwensi dan akibat dari pilihan ini, sudah di komunikasikan dengan keluarga,”tuturnya.

Birokrat muda yang cukup dikenal masyarakat Boltim ini, termotivasi untuk mencalonkan diri sebagai Bupati, karena keinginannya untuk membangun Boltim kedepan yang lebih baik.”Hak setiap warga negara untuk mencalonkan diri, dan saya mencalonkan bukan untuk memperkaya diri, namun lebih kepada untuk membangun daerah. Pastinya akan ada yang mengatakan untuk membangun dan mengabdi di daerah sebagai PNS juga bisa, tapi dalam hal ini tentunya, ada kebijakan yang berbeda untuk melaksanakan pembangunan di Boltim,” sebutnya.

Untuk kendaraan pencalonan yakni Partai Politik (Parpol) sebagai pengusung dirinya nanti, Robi mengungkapkan bahwa, sudah ada parpol yang siap mengusung, akan tetapi, mengingat adanya perbedaan kepentingan antara pengurus parpol di daerah dan pusat, maka dirinya mempersiapkan dukungan masyarakat melalui pengumpulan KTP untuk maju lewat jalur independen.”sudah ada komunikasi dengan parpol, tapi akan di antisipasi dengan maju lewat jalur independen karena sering terjadi perbedaan antara keinginan parpol di daerah dan di pusat.Perlahan mulai mengumpulkan KTP yang sementara berproses, sebagai syarat dukungan jalur indepanden yang membutuhkan kurang lebih 10  sampai 15 ribu KTP,” ungkapnya.

Sementara itu, yang akan berpasangan dengan dirinya pun sudah dikomunikasikan namun belum terlalu intens, lanjut dia, pengenalan dan sosialisasi ke masyarakat telah dilakukannya beberapa waktu lalu.”Yang digadang untuk berpasangan sudah ada,namun belum intens melakukan komunikasi.Sosialisasi baru saya lakukan saat perayaan ketupat sebagai pengenalan kemasyarakat, akan maksud dan tujuan dalam mempersiapkan diri untuk mencalonkan diri,” kata Robi.(Eco Budiyanto)